Halaman

Selasa, 27 Maret 2012

27 Maret


Selamat ulang tahun, HN ucapkan.
Selamat panjang umur, HN kan doakan.
Selamat sejahtera, sehat sentausa.
Selamat panjang umur dan bahagia.

Sepenggal lagu sederhana itu mengawali indahnya 27 Maret. Pukul 12 malam tepat ucapan "Selamat ulang tahun", doa, dan pengharapan datang silih berganti seolah tak akan pernah berhenti. Sebuah nama di balik 27 Maret mampu menyatukan hati Hudsonation. Kemeriahan tahun baru pun seolah terkalahkan oleh 27 Maret.

Tanpa banyak kata, kuucapkan "Selamat ulang tahun" untukmu kakakku, kakak kami semua, Hudson Prananjaya. Semoga Tuhan selalu memberkatimu... :)



Istiqomah Dian Kartini
27 Maret 2012
read more “27 Maret”

Rabu, 14 Desember 2011

Sweetest Experience part II


Minggu, 11 Desember 2011, sekitar pukul 13.30
Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di rumah makan “Bu Tini” dan segera memesan beberapa makanan dan minuman. Dan jujur lagi, pandanganku tidak berpaling dari lelaki berbaju putih dengan rambut merahnya itu, apalagi setelah dia melihat ke arahku dan tersenyum padaku ketika dia sedang makan. Ya Tuhan, bahagianya, hohohoho. Aku baru tau, ternyata kalau makan, dia agak beringas, hihihihihihi, tapi teteup ganteng. Pada saat itu dua deret meja digunakan oleh keluarga besar mas Hudson. Hmmmm, aku baru tau ternyata anggota keluarganya banyak banget. Budhe (mamanya mbak Onya) memberitahukan kepadaku siapa-siapa saja yang ada di sana. Cihuuii, menambah pengetahuan tentang si talent nih, hihihihi.

Ketika kami baru saja memesan, mas Hudson sudah selesai makan dan segera mencuci tangan. Setelah itu tanpa di sangka, mas Hudson menuju ke Hafiz yang saat itu sedang disuapi oleh mbak Onya dan mbak Ade. Aku yang berada di sebelah mereka berdua langsung deg-degan. Lalu setelah menghampiri Hafiz, mas Hudson duduk di kursi kosong yang berada tepat di sebelah kananku. Ya Tuhan deket banget. Meskipun sudah bertemu beberapa kali sebelumnya, tapi aku tetep aja speechless kalo dideketin sama dia. Hahaha, aku Cuma bilang, “Udah kenyang nih mas?”. Aduuuuuh, kesempatan emas yang terlewat, padahal aku punya pertanyaan buat dia. Setelah cukup lama duduk di sebelahku, dia kembali ke tempat duduknya dan berkumpul dengan teman-temannya yang lain, dan aku? Makaaaaan………




Selesai makan, aku diajak oleh mbak Onya untuk mampir ke rumahnya mas Hudson. Ya Tuhan, berasa mau pingsan beneran. Huhuhuhu, akhirnya aku akan ke rumahnya seniman itu. Kebetulan rumah mas Hudson tidak jauh dari rumah makan yang kami singgahi itu. Setelah sampai di depan gang, kami segera turun dari mobil. Aku kira rumahnya jauh dari gang, tapi ternyata, hanya beberapa langkah setelah menuruni tangga, aku sudah sampai di rumahnya. Kesanku ketika masuk ke rumahnya adalah…. Buaguuuuuus bangeeeeet.. Konsep bangunannya tidak jauh berbeda dengan konsep bangunan masjid yang dibangunnya. Sederhana, klasik, tradisional jawa, tapi terlihat mewah. Aduuuuh, jadi betah di rumahnya. Jujur! Aku jadi lebih leluasa melihat mas Hudson di rumah itu, ya sekaligus jadi tau kalau dia di rumah seperti apa, hehehehe (piss mas). Bener-bener nggak percaya kalau aku bisa sedekat itu dengan mas Hudson dan keluarganya. Keluarganya pun terlihat sangat welcome kepadaku. Aku lebih banyak diam ketika di rumah itu, karena memang belum terlalu kenal dengan anggota keluarganya. Sama mbak Poppy, Anggun dan Advent aja hanya kenal lewat Facebook dan Twitter.

Ketika di rumah itu, aku melihat ada 3 anjing yang dipelihara oleh keluarga mas Hudson, tapi aku hanya mengenali salah satu anjing saja. Namanya Hello, anjing kecil berwarna putih (nggak tau ras-nya) yang saat itu sedang hamil. Hohohoho. Canda dan tawa juga tercipta di rumah itu…

Setelah lama mengobrol, kurang lebih pukul 15.30, kami berpamitan untuk pulang. Mas Hudson menuju teman-temannya di hotel, sedangkan aku, mbak Onya, mbak Ade dan Budhe kembali ke tempat penginapan kami masing-masing. Ya Tuhan, hari itu menjadi hari paling bersejarah dalam hidupku. Meskipun banyak menghadapi rintangan untuk mencapainya (termasuk dompet yang tertingal, hihihi), tetapi akhirnya tercapai juga. Terima kasih Tuhan, atas bantuan-Mu. Aku juga sangat berterimakasih kepada orang-orang hebat yang membantuku selama di Jogja, terutama pada Ika dan mbak Ika. Tanpa mereka berdua, aku nggak tau harus bagaimana, asseeekk…… Kenangan terindah ini tidak akan pernah terlupakan, that’s the best day ever in my life.
read more “Sweetest Experience part II”

Sweetest Experience part I


Minggu, 11 Desember 2011...
Sekitar pukul 04.30, mbak Ika membangunkanku untuk sholat Subuh. Tapi aku berkata bahwa aku tidak melaksanakan sholat karena sedang “berhalangan”. Nah, karena mataku ini terasa seperti sedang direkatkan dengan lem akhirnya aku kembali tidur, padahal aku sudah janjian dengan mbak Onya untuk menuju Bantul, hehehe. Mendengar ponselku yang berbunyi, aku segera terbangun. Setelah aku lihat ternyata SMS itu dari mbak Onya yang mengatakan bahwa dia tidak jadi berangkat dari Sayidan. Tidak disangka, tidak dinyana, ternyata pada saat itu sudah pukul 07.00. Sesaat itu juga aku segera menelepon mbak Onya dan akhirnya kami janjian di tempat kos mbak Onya yang ternyata tidak jauh dari tempat kosnya mbak Ika. Aku segera minta izin mbak Ika untuk mandi. Setelah mandi, mbak Onya meneleponku dan mengatakan bahwa mereka harus segera berangkat, aku pun diminta untuk segera menyusul mbak Onya di tempat kos-nya. Waduuuuh, aku segera memakai baju dan berangkat tanpa menggunakan make-up (walaupun itu hanya bedak), alhasil ketahuan kalau aku ini item, hihihihi. Mbak Ika segera mengeluarkan sepeda motornya dan mengantarku ke tempat tujuan.

Ketika sampai di belakang fakultas teknik, aku dan mbak Ika yang notabene bukan asli Jogja bingung untuk menentukan arah yang benar. Entah merasa bahwa aku ini nyasar atau bagaimana, mbak Onya meneleponku lagi, tapi kali ini yang berbicara seorang laki-laki. Mengetahui bahwa aku sedang bingung, akhirnya mas-mas itu memintaku untuk menunggu mbak onya di bank BRI Gejayan. Oke, akhirnya aku dan mbak Ika segera mencari bank BRI, tapi yang kami temukan hanya BRI Syariah. Kami menunggu sekitar 5 menit, antara yakin dan tidak yakin kami tetap menunggu. Di sela kegiatan menunggu itu, aku melihat sebuah taksi yang keluar dari sebuah gang yang berada di depan. Aku dan mbak Ika mempunyai firasat bahwa mbak Onya ada di dalam taksi itu, tapi aku tidak menggubrisnya, hehehe. Tidak lama kemudian mbak Onya meneleponku dan menanyakan keberadaanku. Aku menjawab bahwa aku sedang menunggu di BRI Syariah. Eeeeehhh, ternyata kami salah bank, haduuuuhh. Mbak Onya segera memintaku untuk memutar arah. Dan ternyata, bank BRI yang dimaksud itu berada di dekat jalan untuk memutar arah. Aku langsung berpikir, “Ah, ternyata firasatku sama mbak Ika bener!”. Tidak jauh dari tempat kami memutar arah itu, aku melihat mbak Onya berada di samping taksi yang sama seperti taksi yang keluar dari gang itu. Huhuhu, firasat ini selalu kuingkari.

Aku berpamitan dan berterimakasih kepada mbak Ika yang telah mengantarku lalu menuju taksi berwarna putih itu. Aku diminta mbak Onya untuk duduk di kursi penumpang bagian depan. Ternyata di dalam taksi itu tidak hanya mbak Onya saja, tetapi juga ada mbak Ade dan mamanya mbak Onya. Mbak Onya juga membawa anaknya, Hafiz yang lucu itu, hihihihi. Selama di perjalanan kami saling mengobrol, dan aku baru tau kalau mamanya mbak Onya ternyata berasal dari Surabaya, selain itu sesekali aku bermain dengan Hafiz.
Jalanan Jogja pada saat itu ramai lancar. Kami menuju Bantul dengan melewati Malioboro. Ketika sampai di Sayidan, mbak Onya dan mbak Ade menunjuk salah satu gang dan memberitahukan bahwa itu adalah gang rumahnya mas Hudson. Oke, perjalanan pun berlanjut. Setelah sampai Bantul, mbak Onya yang lupa lokasinya segera menelepon salah satu anggota keluarga (kalau nggak salah yang ditelepon itu mbak Poppy) dan menanyakan nama daerah tempat dibangunnya masjid itu. Mbak Poppy berkata bahwa lokasi dibangunnya masjid itu berada di daerah Kadirojo. Mbak Onya segera mengatakannya kepada pak supir dan pak supir mengatakan, “Oke.”. Nah, karena mbak Onya dan mbak Ade benar-benar bingung dan lupa, alhasil kami pun nyasar dan berbalik arah setelah tau bahwa kami salah jalan. Waahhh, nyasarnya nggak tanggung-tanggung, jauh banget mungkin sekitar 4 km atau lebih. Akhirnya setelah tanya sana-sini, kami pun menemukan lokasi pas-nya. Hah, Alhamdulillah yah…

Ketika kami semua turun dari taksi, kami disambut oleh para panitia peresmian masjid tersebut. Hihihihi, aku sempet merasa lucu juga sih karena aku kan bukan anggota keluarganya, tapi yaaa, ga papa lah. Kami semua berjalan melintasi karpet berwarna merah dan para panitia mendampingi kami untuk menuju tempat duduk yang masih kosong. Jujur, pada saat itu aku langsung mencari mas Hudson, hehehe. Dengan segera pandanganku tertuju pada pria berbaju putih berkalung bunga melati dengan rambut berwarna kemerahan, dan taraaaaaaa, itulah si talent. Tanpa banyak basa-basi aku segera mengeluarkan kameraku dan turun langsung ke lapangan untuk mendokumentasikan segala kegiatan yang sedang berlangsung, termasuk mendokumentasikan foto-foto bangunan masjid Sayyidah Qowwiyah. Oya, Sayyidah Qowwiyah sendiri memiliki arti “Wanita Perkasa/ Kuat”, sesuai memang dengan figur mamanya mas Hudson. Ketika mas Hudson sedang diam, aku menghampirinya dan memfotonya, sebenarnya sih pengen foto bareng, tapi malu karena dia membawa banyak teman, lagian aku juga sudah pernah foto sama dia, hehe.

 Mas Hudson ketika di acara peresmian :)

Setelah mendokumentasikan kegiatan yang sedang berlangsung, aku segera memfoto bangunan masjid itu. Kata mbak Onya, “Mumpung lagi sepi.”. Dan, ketika aku melihat masjid itu, aku langsung terpukau dengan desain, konsep, dan bahan yang digunakan untuk membangun masjid itu. Benar-benar klasik dan tradisional Jawa banget, adem ayem melihatnya. Kalau mau tau, seperti ini nih bangunannya.

Tulisan di pintu masuk.

Sisi sebelah barat.

 Sisi sebelah timur.

 Pintu masuk sebelum peresmian.

 Tempat Imam.

Langit-langit.
Tempat wudlu.

Setelah dilangsungkannya acara penandatanganan batu peresmian oleh bupati Bantul, mas Hudson menyerahkan santunan kepada beberapa anak yatim. Tidak lupa juga sesi pemotretan dengan para tamu dan panitia. Hahahaha, lucu memang tingkah para panitia itu.



 Acara peresmian masjid itu pun selesai sekitar pukul 12.00. Mas Hudson pergi terlebih dulu menuju rumah makan, sementara aku, mbak Onya, mbak Ade dan beberapa anggota keluarga yang lain menunggu anggota keluarga yang sedang melaksanakan sholat Dzuhur. Sekitar pukul 12.30 kami berangkat menuju rumah makan dan berpamitan dengan para panitia yang masih berada di situ.

read more “Sweetest Experience part I”

Tragedi Dompet


Sekitar 3 minggu yang lalu, aku dan teman-temanku memutuskan untuk melaksanakan kuliah umum morfologi di Yogyakarta daripada di Jakarta dan Ciamis. Karena menurut kami, di Yogyakarta lebih efisien, baik dari segi waktu maupun biaya. Jujur aku sangat senang dan mendukung keputusan itu, karena kabarnya kuliah umum morfologi akan dilaksanakan di UGM. Satu-satunya hal yang terpikir adalah,”Yes, bisa ketemuan sama Chicha nih!” Hahahaha di saat teman-temanku yang lain memikirkan tentang kuliah umum aku malah memikirkan hal yang lain. Akan tetapi kebahagiaanku itu memudar ketika seminggu yang lalu aku mendapat kabar bahwa kuliah umum tidak jadi diadakan di UGM, melainkan di Balai Bahasa Yogyakarta. “Yaaaahh, gagal rencanaku ketemu ama Chicha.”, itulah yang aku pikirkan.

read more “Tragedi Dompet”

Minggu, 14 Agustus 2011

♥ Meet & Greet With Hudson ♥

Kamis » Kak Hana memberitahukan kepadaku bahwa dia sudah membeli tiket travel ke Jakarta ^-^. Seneng? Pastinya dong.. Hihihi.. Setelah menunggu dan menunggu, Hari Sabtu pun tiba. Kami  telah janjian untuk berkumpul di Cipaganti BTC pukul 07.00.

Sabtu, 06 - 08 -2011 . . . .

Hari dan tanggal itu mungkin tidak akan pernah aku lupakan......... ☺
➀ Pukul 05.00 » Setelah sahur (tapi ga puasa) aku segera mandiii. Setelah mandi, langsung beberes dan siap-siap untuk berangkat ke Cipaganti BTC. Tumben-tumbenan hari itu nggak kedinginan setelah mandi.

➁ Pukul 06.10 » Yuuupp,, cussss dari rumah menuju BTC.. Sepanjang perjalanan menggigil kedinginan. Udara Bandung pagi itu emang dingin banget (tepatnya selalu dingin!!). Bayangkan, kedinginan dari Buah Batu sampai BTC (Jalan Dokter Djundjunan), Bbbrrrrrrrrr (-.-).. Akhirnyaaa pukul 06.45 tibalah saya di BTC.. Horeeeee \(^o^)/.

➂ Pukul 07.00-an » Akhirnya setelah menunggu agak lama, kak Hana sampai juga.. Lalu beberapa menit kemudian kak Jess datang dengan membawa oleh-oleh untuk mas Hudson. Ada brownies kukus, bolen apel, dan bolen durian (ngilerrr.. hihi). Karena mobil travel-nya belum tiba, akhirnya kami duduk-duduk dulu sambil ngobrol. Serentak kak Hana dan kak Jess tanya, "Kamu nggak puasa, Di?".. Terus aku menjawab sambil ketawa, "Hihii,, nggaaaakk..". Spontan kak Hana bilang, "Wah, perjalanan kita memang direstui.".. Yeeaaaayyy \(^o^)/. 
Beberapa menit kemudian mobil travel yang akan kami gunakan datang.. Lalu kami langsung naik. Betapa kagetnya kami ternyata penumpangnya hanya kami dan satu orang ibu yang duduk di samping pak supir. So sepiiiiiii.. Saking sepinya, sampai-sampai di dalam travel itu rasanya dingiiiiiiin banget. Tanganku nih sampai kaku kena AC yang super duper kenceng.. Duhh.. ( ¯﹏¯ ).

➃ Pukul 09.00 - 13.00 » Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan yang mendinginkan (karena kena AC), tibalah kami di Jakarta, tepatnya di Cipaganti Cassablanca \(^o^)/. Sampai jakarta nih, kita bertiga bingung mau ke mana. Kalau langsung ke tempat tujuan takutnya masih tutup. Tapi, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Senayan City dengan menggunakan taksi. Tanpa di duga, di tengah perjalanan supir taksi itu bertanya kepada kami tentang arah yang ingin kami ambil. Karena buta jalanan di Jakarta, akhirnya kami saling bertukar pandangan dan hanya mengucap, "Eeehhmmmm...".. Daripada tambah bingung, akhirnya kami berkata, "Terserah bapak deh, tapi lewat jalan yang dekat aja.".. Hahaha, what a shame!!
Tak lama kemudian kami tiba di Senayan City. Lihat kiri, kanan, kiri lagi, kanan lagi, kok belum buka? Masih rapet semua (‘-’ ) (._. ) ( ._.) ( ‘-’)... Bingung nih, mau ke mana? Akhirnya lihat ada Mc Donalds di depan, ya udah langsung menuju ke sana. Kami harus berjalan berputar agar bisa mencapai McD, dalam hati aku berkata, "Fiuhh, untung aku ga puasa." hehehe. Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya sampai juga di tujuan. Kami duduk, lihat menu, saling pandang, lihat menu lagi (baca: bingung). Setelah bingung selama beberapa menit, akhirnya kami memesan 3 Sausage McMuffin dan 3 cup teh yang super panas. Kami makan, ngobrol dikit, makan lagi, nyeruput teh panas, makan. Nah, pas makan itu kak Sylvia memberi kabar bahwa dia sudah berada di Sency bersama dengan keluarganya. Setelah makanan kami habis, kami langsung menuju Sency. Yaaa, walaupun harus jalan agak jauh lagi, hahahaha. 
Sampai di dalam mall itu, kami langsung mencari toilet. Hahaha, biasa, perjalanan jauh :p.. Sesudah dari toilet, kami bingung mau ke mana. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk menuju food court, padahal kami tidak tau pasti letaknya di mana. Kami hanya berpikir, "Pasti kalau food court ada di lantai paling atas deh.". Setelah naik, naik, dan naik, sampailah juga kami di food court. Yaahh, ternyata semua mall sama aja, hihihi. Sambil menunggu kak Syl, kami ngobrol dulu, buka twitter, bales mention, bales BBM, tanya tentang username yang tiba-tiba aja muncul, banyak deh, wkwkwk.
Beberapa menit kemudian kak Syl datang, seperti biasa, kami cipika-cipiki dooong, kangen juga hampir sebulan ga ketemu ​(˘⌣˘)ε˘`). Sambil menunggu mas Hudson dan para HN yang belum datang, kami ngobrol dulu. Obrolan seruuu banget dan kayaknya agak privat, hihihihi. Terus sambil nunggu yang lainnya, aku, kak Hana dan kak Jess akhirnya jajan dulu, hahaha, ratunya kuliner. Sekitar pukul 12.00, Febe datang beserta keluarganya, terus kenalan deh (^_^). Disusul kemudian mbak Widhi datang, lalu mbak Dei. 

➄ Sekitar pukul 13.00 lebih » Akhirnya mas Hudson dataaang. Cipika-cipiki deh sama dia ​(˘⌣˘)ε˘`), Ya Tuhan, meleleh.. Hahaha. Tapi tiba-tiba pas mas Hudson udah duduk di sebelah aku ada mbak-mbak yang langsung nyamber dan kami semua nggak kenal siapa dia sampai sekarang, so, who is she? (._.)a.. Tapi yaa, kami welcome-welcome aja sih (^_^). 
Sambil menunggu yang lainnya datang, aku, kak Hana dan kak Jess memberikan oleh-oleh yang kami bawa dari Bandung ke mas Hudson. Eh mas Hudson malah bilang, "Wah, nggak dari tadi aja ngasihnya, kan nggak enak kalo aku liatin terus dari jauh.".. Hadeeeeeehh,, masku yang satu iniii (-.-"). Wkwkwkwk, tapi ga papa sih, kami jadi tertawa semua melihat tingkahnya. Dia berpindah tempat duduk di depanku, aduuuhh, ganteeeng (>,<)... Setelah itu, tanpa di duga dia memberikan kue nastar dan kastengel  yang dibuatnya sendiri sampai jam 2 pagi. Wowww (◑﹏◐). Hohoho, big surprise for us. Makin cinta deh ♥.
Beberapa menit kemudian Aliah datang, hmmmm betapa kagetnya aku, ternyata dia cantik banget. Kayak ada blasteran luar negerinya gitu, ehemm.. Disusul Tata yang datang. Aku agak heran, Aliah sama Tata kalau di Twitter bisa heboh, eh setelah di hadapan si seniman jadi pendiem luar biasa, hihihi ;p. Apalagi Aliah yang sms aku terus, dia sampai keram saking groginya. Hihii.
Setelah semuanya datang, percakapan kami lanjutkan kembali. Sempet bingung sih mau ngobrol apa, karena yaa, kami sedikit banyak sudah tau tentang mas Hudson. Biarkanlah mbak-mbak pendatang itu yang bertanya, kami hanya menahan tawa karena sudah tau jawabannya :p. Satu hal mungkin yang baru diketahui oleh HN yang pertama kali bertemu dengannya. Cerewet, hihihi :p, tapi suka guyon juga. Pokoknya yah, beda banget deh sama yang di TV.
Setelah ngobrol cukup lama, akhirnya kami semua berfoto. Awalnya foto semua, lalu disusul foto sendiri-sendiri bersama Hudson. Ini nih, kami yang mengikuti Meet and Greet....

Tapi aduuuh, mukanya si mas nggak banget deh (¬_¬). Wkwkwk :p

Setelah foto rame-rame, akhirnya kami foto masing-masing sama si mas. Hohoho.. Yaaaaahh, di antaranya niiiiihh....

Saya dan Mas Hudson


Kak Jeceline dan Mas Hudson


Kak Hana dan Mas Hudson


Ayu dan Mas Hudson


Aliah, aku dan Mas Hudson


Setelah puas berfoto bersama, akhirnya kami meminta tanda tangan. Aku meminta tanda tangannya untuk oleh-oleh 2 kakak HN di Surabaya yang paling dekat denganku (^-^). Hohoho, maaf ya yang nggak dibawakan :).. Terus setelah menandatangani segala macam barang (kertas, HP, pelindung HP), mas Hudson pamit pergi menuju Trans. Sempet sedih juga sih, tapi kan itu tanggungjawabnya. Huhuhu.
Mas Hudson pulang, kami pun satu per satu berpamitan. Tapi, aku, kak Hana dan kak Jeceline masih menunggu kedatangan seseorang nih. Hihihi. Mau tauuu?? nanti yaaa ;P

Yap, sekian cerita perjalanan saya dengan kakak-kakak tercinta, kak Hana dan kak Jess dari Bandung menuju Jakarta. Banyak hal yang aku lalui bersama mereka, baik itu di Bandung, maupun Jakarta. Tapi, hal yang paling berkesan dari MnG ini adalah karena aku bisa bertemu dengan HN yang selama ini hanya kukenal lewat Twitter. Kak Syl, mbak Dei, mbak Widhi, kak Hana, kak Jeceline Ayu, Aliah, Tata, dan Febe adalah pengalaman paling indah dan berharga yang pernah aku dapatkan. Termasuk mereka yang belum pernah kutemui secara langsung seperti Chicha, Deta, mbak Dhiandra, mbak adel, mbak Indri, Feli, Caca, dan tentunya masih banyak lagi. I love you so much, guys :*.

Tentunya terima kasih juga aku ucapkan buat kak Syl yang berhasil membujuk mas Hudson untuk mengadakan MnG ini... Ahihihihi... (^_^), terima kasih juga untuk mas Hudson yang mau meluangkan waktunya untuk kami. (˘⌣˘)ε˘`).
Bersambung . . . . . *ketemu temannya artis* :p
read more “♥ Meet & Greet With Hudson ♥”